''Melalui buku ini, Syaikh Muhammad Al-Ghazali hendak membebaskan wanita dari dua macam tradisi yang menyelusup ke dalam Islam. Â Â Pertama, tradisi yang diwariskan sejak masa kemunduran peradaban Islam. Saat ini ajaran-ajaran yang benar, seperti yang dibawa oleh Nabi Saw., telah tersembunyi dan digantikan oleh tradisi yang dibuat oleh pikiran dan hawa nafsu manusia. Â Â Kedua, tradisi yang datang bersamaan dengan pergumulan pemikiran (al-ghazw al-fikri) dan penjajahan peradaban. Tradisi ini berlawanan dengan tradisi di atas yang begitu rapuh. Â Â Yang pertama bermaksud memenjarakan wanita, sedangkan yang kedua ingin menelanjanginya. Keduanya sangat bertentangan dengan fitrah dan wahyu.'' Â Â Demikian simpul Prof. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam mengomentari buku ini. Â Â Bagaimana metode Syaikh Muhammad Al-Ghazali dalam membebaskan ''ketertindasan'' kaum Muslimah? ''Mulailah dari rumah,'' tulis beliau. ''Tugas utama rumah tangga adalah memelihara iman, ibadah, akhlak mulia, perilaku yang benar, tradisi yang baik, dan suri teladan yang tinggi. Ayah dan ibu bekerja sama dalam melaksanakan tugas ini, dan di situ tugas ibu benar-benar berat.''
 |