Semua orang pasti menganggapku tidak bisa terbang seperti burung. Karena aku hanyalah tanah yang diam. Siapapun yang menginjak-ingjak atau menyiramnya. Tapi lain halnya dengan yang terjadi beberapa abad yang lalu, sewaktu utusan Allah menyampaikan firmannya di tanah Palestina, yaitu Nabi Isa a.s. Â Â Aku adalah segenggam tanah yang berubah menjadi seekor burung atas izin Allah melalui tangan lembut Rasulnya yaitu Isa a.s. untuk meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa Ia adalah utusan Allah. Â Â Aku adalah saksi dari kesucian Siti Maryam sebagai Ibu rasul Allah itu. Aku juga saksi waktu malaikat meniupkan ruh atas perintah Allah hingga Siti Maryam yang suci itu mengandung. Â Â Aku yang mendengar kegelisahan hati wanita suci itu. Ia harus menghadapi orang-orang yahudi yang tak mungkin percaya dengan keajaiban ini. Seorang wanita yang tidak punya suami, telah mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang suci. |